Cerpen Langka

Suara Apa Tuh ??

"tolong or help me !! ato apalah semau lo !! poko e TOLONG AKU !!" teriakan minta tolong seorang wanita di setapak Jln. Ga' Level B terus bergema. suara aneh dengan subjek yang misterius.

setiap harinya begitu. teriakan minta tolong (gak pernah minta di gendong) seorang wanita misterius terus terdengar dari sebuah rumah tua. itupun setiap malam sabtu saja. gak ada yang berani masuk ke dalam rumah. takut keluar pake tandu. pernah seorang kakek tua yang mendengar suara menggoda itu masuk ke dalam rumah. pas tuh kakek keluar, dia sudah bisu dan seperti orang gila. semenjak kakek itu hilang kewarasannya, gak ada yang berani masuk ke rumah angker tersebut.

"KITA HARUS MASUK !" kata selphie kepada rombongannya.
"elo aja dulu. nanti kalo lo keluar bawa duit, baru kita masuk. tapi kalo lo keluar jadi kulit, GUE GAK MAU !!" balas salah satu temannya.
"bacot lo ! kalo gue masuk, trus keluar gak terjadi apa-apa sama gue, gue sunat dua kali lo pada! cowok kayak bencong!" selphie marah.

selphie mulai berjalan mendekati rumah tersebut. jeritan wanita misterius itu juga terus terdengar. "ahh.. mas-mas tolong aku dong!!" semakin lama jeritan itu semakin menjadi-jadi. para rombongan selphie juga mulai tergoda. ternyata jeritan itu dapat menghipnotis para lelaki untuk masuk ke dalam rumah. selphie heran melihat para rombongannya berjalan mendekati rumah seperti zombie gak pake rexona sambil ngiler lagi bawa ember.

"woi ! lo pada kenapa?"
"lo mau masuk gak, selphie manis?"
"iya, selphie sayang! kita dugem aja di dalam. barangkali ada yang bawa radio ato lampu disko!" teman selphie menarik-narik tangannya.
"iiihh, kalian kenapa?" selphie memukul satu-satu kepala temannya.
tiba-tiba terdengar jeritan dari rumah itu semakin lantang "AYO MASUK!!"
"jangan ! kalian jangan masuk... !" selphie mencoba menarik temannya.
"KALIAN AYO MASUK !! MAAAAASUUUK !!" jeritan itu semakin keras.
"tanpa aku!" selphie menyambung kalimat perintahnya.

para rombongan ini sudah terhipnotis. jeritan misterius itu terus bergema, mencoba untuk memancing korban lainnya. tapi sepetinya cukup rombongan selphie saja malam ini.
selpphie membuka pintu rumah itu. kotor,bau. baru selangkah saja baunya sudah menyengat hidung. langkah selphie dan teman-temannya tidak dapat berhenti. walaupun pikiran dan hati mereka tidak ingin tapi badan mereka memaksa untuk tidak gentar masuk. mereka terus berjalan menuju sumber bunyi.

"tolong gue!" selphie mencoba melawan. tapi...
"AYO KESINI !!" jeritan itu terus memaksa mereka.
"WAAAAA !!!"

teriakan selphie terdengar oleh seluruh warga. warga yang pendengarannya belum rusak bergerak hatinya untuk menuju sumber suara. mereka berboyong-boyong sambil megang obor dan parang memasuki teras rumah itu.

"tadi saya dengar suara orang lain dari dalam rumah ini ." kata salah satu warga.
"iya. ayo kita masuk ! sebelum menelan korban lagi."
semua warga masuk. mereka hanya bisa menutup hidung merreka dengan jari jempol. "gila ! bau banget !!". tiba-tiba jeritan selphie terdengar lagi bersamaan dengan bunyi kaca pecah. mendengar suara itu, para warga berlarian ke tempat selphie berada.

"astaghfirullah !" pak RT hanya bisa istighfar melihat selphie dan teman-temannya tergeletak lemas dengan darah terus mengalir dari mulut, hidung dan telinga mereka. sedangkan seseorang dari mereka melihat bayangan melayang di antara pepohonan. "lihat !!". bayangan itu tiba-tiba menghilang.

malam sabtu selanjutnya di rumah tua di Jln. Gak Ok B terdengar lagi jeritan menggoda seorang wanita misterius yang terus mencari mangsa buat di ajak dugem.


END


Promise

“nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi..click” suara perempuan itu terdengar dari handphone Jeni.
“ah, John penipu ! udah gue tunggu dari tadi, nggak muncul juga ! katanya jam delapan, skarang udah jam setengah sepuluh. Benci !” Jeni menggerutu karena sudah menua satu setengah jam di kedai yang berdekatan dengan tempat sampah besar.
Malam ini John membuat janji dengan Jeni untuk makan malam, memperingati hari jadi mereka di bulan pertama. Tapi sayangnya John tidak kunjung datang. Memang hari ini baru hari ke tiga puluh mereka, tapi Jeni setidaknya mengharapkan John ada, ya..untuk menepati janjinya. Tak lama sms John masuk.

sayang, maaf aku nggak bisa datang. Aku ada PR yang harus aku selesaikan malam ini. dan Jeni tau ? aku sudah selesai langsung sms kamu. Maaf lagi ya, aku cuma sms karna pulsa aku nggak cukup nelpon. Hm, kamu mungkin masih di kedai.. maaf banget. Aku sayang kamu. Selamat satu bulan sayang

Dan setelah membaca sms itu, hanya satu hal yang dipikirkan Jeni. Putus. Keesokannya pun Jeni minta putus sama John. Tapi John berat dan meminta Jeni untuk memikirkannya lagi. Jeni sudah bertekad untuk pisah dan itu keputusannya yang bulat.
“maaf sayang aku nggak maksud ingkar janji”
“sudah. Ini bukan soal tadi malam. Ini tentang ketulusan kamu ! dengar ! kalo pacar adalah hal kedua setelah PRmu maka lebih baik kau pacaran dengan PRmu.”
“ayolah sayang, jangan kekanakan seperti ini.”
“kau tahu ?” Jeni mendorong John dan mendekatinya dengan wajah galak. “kekanakan ini lebih baik daripada sifat sok dewasamu yang tidak pernah mengerti arti sayangku sama kamu ! kekanakan ini yang membuatku selalu yakin dan percaya dengan perkataanmu tanpa perlu menganalisis terlebih dulu apakah kau jujur atau tidak !” Jeni diam dan menatap John sangat dalam.
“sayang..” John mencoba meraih pundak Jeni bermaksud menenangkannya. Tapi dengan sigap Jeni mengempaskan tangan John.
“sudahlah. Kita putus.”

Jeni meninggalkan John. John hanya tertunduk tidak dapat berkata apa-apa mencoba mencerna perkataan Jeni tadi. Tidak seperti adegan AADC dimana Cinta berjalan meninggalkan Rangga lalu berhenti dan balik “kenapa nggak nahan aku ?”, Jeni terus berjalan menjauh dari John. Meninggalkan kekasih tiga puluh harinya tanpa memikirkan masa bersama mereka. Sekarang dia sudah hancur karena sebuah janji yang Jeni dapatkan bagaikan benang penghubung hati dan otaknya. Bayangkan jika benang itu putus. Dia tidak berpikir jernih lagi. Dan sekarang mereka sendiri. Siapa yang peduli ?

END



Rencana besar hari ini

Sabtu pagi. Tejo, anak ingusan Jl. Gak Canggung A yang memiliki kediaman dari kardus tepat di samping Tempat sampah besar, pagi ini seperti biasa menggaruk-garuk sampah di hadapannya. Hari ini giginya kuning dan senyumnya terus terlihat. Dia punya rencana yang menakutkan di kepalanya.
Mata si tejo terus melirik kesana kemari. Bola matanya seakan ingin keluar, kadang melihat ke sampah dan kadang melihat ke jalan. Lalu tak lama mulutnya terbuka lebar, liurnya menetes sangat banyak keluar dari dalam bibirnya yang menganga. Ia melihat seorang kakek tua yang baru saja turun dari motor 4tak nya dan berniat membuang sampahnya. Setelah melihat kakek itu semakin dekat dengan tempat sampah, tejo dengan cepat berlari meninggalkan garukan dan keranjangnya menuju motor si kakek tadi. Ia menaiki motor tersebut dan membawa kabur motor si kakek. Sedang si kakek yang baru saja melepas kantung sampahnya hanya mangap melihat motornya dicuri dan menjauh darinya begitu cepat. Si kakek pingsan. Orang-orang yang ada di sekitarnya malah menjauh dan segera kembali ke kendaraan mereka. Takut dituduh tersangka pembunuhan dan takut kendaraan mereka ikut lenyap.
Teriakan “pencuri” tidak terdengar sepatah pun.. setelah malam tiba bau mayat sang kakek meluas ke berbagai pelosok. Bau si kakek memancing perhatian warga di sekitar. Mayatnya pun ditemukan oleh seorang tukang becak yang sering mangkal di daerah sekitar. Ambulans datang, dan tak lama polisi juga datang. Polisi memeriksa tkp dan sekitarnya. Memeriksa kediaman tejo. Dari pemeriksaan polisi, ditemukan beberapa barang yang akan ditahan. Salah satunya adalah kertas selebaran milik tejo, yang isinya..
“RENCANA BESAR TEJO
gue punya target. Dia kakek tua yang sudah nggak bisa jalan dengan baik, lamban banget. Setiap pagi hari, dia buang sampah di tempat ini. Ke sini dia pake motor matic dan juga motor 4 tak nya. Jadwalnya sudah gue hapal. Kalo sampahnya banyak dia pake matic, sampah bisa bertumpuk dirumah pada saat hari sabtu dan minggu..jadi dia pake motor 4 tak saat hari selasa hingga sabtu. Gue perhatikan saat si kakek pake matic dia cabut kunci motornya karena kalo standard motor diturunkan, mesin motor akan mati. Sedangkan saat si kakek pake motor 4 tak nya dia nggak cabut kuncinya, jadi gue bisa curi motornya dengan mudah. Tinggal nentuin harinya. Sabtu, saat orang-orang kantoran pada libur, jalanan pagi nggak akan ramai jadi gue bisa ngebut dengan santai *ah, gue mesti kursus naek motor dulu sama bang joko* menikmati motor si kakek lemah… hahahaha.
Gue harap,, pemulung nggak selamanya melekat ama gue..amin”

END
Read More..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar